Seru Sih Ini! Cinta Yang Menyala Di Tengah Luka
Cinta yang Menyala di Tengah Luka
Hujan gerimis membasahi Jendela kaca Paviliun Anggrek. Li Wei, dengan gaun sutra berwarna lilac, menyesap teh melati hangat. Matanya setenang danau di pagi hari, menyembunyikan badai dahsyat yang mengamuk di dalam hatinya. Lima tahun. Lima tahun ia mencintai Zhao Yi, pewaris tunggal keluarga Zhao, dengan segenap jiwa raganya. Lima tahun yang kini terasa seperti mimpi buruk yang tak berkesudahan.
Senyum Zhao Yi... senyum itu dulu adalah matahariku, sumber kehangatan dan kebahagiaan. Sekarang, aku tahu itu hanyalah topeng yang menutupi niat busuknya. Pelukannya... dulu aku merasa aman di sana, sekarang aku sadar itu adalah pelukan beracun, menjeratku dalam jaring kebohongan. Janji-janjinya... janji sehidup semati yang dulu terukir indah di hatiku, kini berubah menjadi belati yang menikam jantungku berulang kali.
Zhao Yi berselingkuh. Bukan dengan seorang wanita biasa, tapi dengan Lian Mei, sahabatnya sejak kecil. Pengkhianatan ini terasa lebih sakit daripada ribuan pedang yang menghunus tubuhnya. Namun, Li Wei menolak untuk menangis di depan umum. Ia adalah wanita terhormat, pewaris keluarga Li yang disegani. Ia akan menunjukkan pada Zhao Yi bahwa ia tidak bisa dipermainkan begitu saja.
"Wei'er, kau baik-baik saja?" Zhao Yi datang menghampirinya, raut wajahnya penuh dengan kepalsuan. Li Wei menatapnya dengan tatapan dingin yang belum pernah dilihat Zhao Yi sebelumnya.
"Tentu saja," jawab Li Wei dengan senyum yang lebih dingin dari es. "Aku sangat bahagia. Aku baru saja menerima tawaran untuk menjadi CEO perusahaan internasional di Eropa."
Zhao Yi terkejut. "Eropa? Tapi... bagaimana denganku?"
Li Wei tertawa pelan. "Kau? Zhao Yi, kau sudah tidak relevan."
Li Wei berbalik, meninggalkan Zhao Yi yang terpaku di tempatnya. Ia tahu bahwa kepergiannya akan menghantui Zhao Yi selamanya. Bukan dengan darah, bukan dengan teriakan, tapi dengan penyesalan abadi. Zhao Yi akan melihat kesuksesannya, melihat betapa besar kesalahannya telah menyia-nyiakannya. Ia akan menghabiskan sisa hidupnya meratapi wanita yang seharusnya ia cintai.
Di dalam mobil, Li Wei meneteskan air mata. Sakit, tentu saja sakit. Tapi rasa sakit ini akan menjadi bahan bakar untuknya terus maju, untuk membuktikan pada dunia bahwa ia bisa bangkit dari keterpurukan.
Mobil itu melaju, meninggalkan Paviliun Anggrek di belakang. Meninggalkan masa lalu yang penuh luka dan pengkhianatan. Meninggalkan Zhao Yi yang terpaku, dibayangi penyesalan.
Li Wei menatap langit yang mulai cerah. Ia tahu perjalanannya masih panjang. Tapi ia juga tahu, di dalam hatinya yang terluka, masih ada sedikit cinta yang tersisa. Cinta untuk dirinya sendiri. Cinta untuk masa depannya. Cinta yang akan membuatnya menjadi wanita yang lebih kuat dari sebelumnya.
Karena, ia sadar... cinta dan dendam lahir dari tempat yang sama.
You Might Also Like: 147 Quiz 2 Chapter 6 Flashcards Chapter