Baiklah, ini dia kisah dracin dengan judul 'Aku Adalah Lagu yang Hanya Ia Nyanyikan Saat Mabuk', dengan elemen yang Anda inginkan: **Aku Adalah Lagu yang Hanya Ia Nyanyikan Saat Mabuk** Di tengah hiruk pikuk Shanghai yang gemerlap, Lin Wei, seorang pianis muda dengan jemari lentik, merasakan déjà vu yang aneh setiap kali melintasi jalan di dekat Bund. Aroma *osmatus* yang manis, suara kapal yang membelah Sungai Huangpu, semua itu terasa seperti _kepingan memori_ yang tercecer dari kehidupan yang bukan miliknya. Ia seperti mendengar *bisikan* dari masa lalu yang jauh. Kemudian, ia bertemu dengannya: Zhao Yi, seorang pengusaha muda yang dingin dan berkuasa. Tatapan mata Zhao Yi saat pertama kali melihat Lin Wei membeku, seolah mengenali sesuatu yang hilang, sesuatu yang sangat _berharga_. Setiap kali Zhao Yi mabuk, ia akan mencari Lin Wei dan menyanyikan sebuah lagu kuno, lagu yang sama sekali tidak dikenal oleh siapa pun kecuali Lin Wei. Lagu itu seperti *jembatan* yang menghubungkan mereka, jembatan yang terbentang melintasi abad. “Lagu itu… siapa yang mengajarkanmu?” tanya Lin Wei suatu malam, suaranya bergetar. Zhao Yi hanya tersenyum pahit. “Lagu itu… *menghantuiku*.” Lin Wei mulai mencari tahu asal-usul lagu tersebut. Ia menelusuri arsip kuno, perpustakaan terpencil, bahkan bertanya pada para tetua yang masih mengingat Shanghai di masa lalu. Perlahan, terungkaplah sebuah kisah tragis. Seratus tahun lalu, di era Republik Tiongkok, seorang penyanyi opera bernama Lian Hua jatuh cinta pada seorang jenderal muda bernama Zhao Tian. Cinta mereka dilarang, dibenci oleh keluarga Zhao. Lian Hua difitnah, dituduh sebagai mata-mata, dan dihukum mati. Zhao Tian, yang terikat oleh sumpah pada keluarganya, tidak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan kekasihnya dieksekusi. Sebelum meninggal, Lian Hua berjanji akan kembali dan menuntut keadilan. Zhao Tian, diliputi penyesalan, berjanji akan mencarinya di setiap kehidupannya. Lagu yang dinyanyikan Zhao Yi adalah *lagu perpisahan* Lian Hua, lagu yang hanya ia nyanyikan untuk Zhao Tian. Lin Wei, reinkarnasi Lian Hua, menyadari bahwa Zhao Yi adalah reinkarnasi Zhao Tian. Namun, kebencian yang dulu membara dalam dadanya perlahan menguap. Ia melihat *kesedihan abadi* dalam mata Zhao Yi, penyesalan yang tak terhapuskan oleh waktu. Alih-alih membalas dendam, Lin Wei memilih jalan yang berbeda. Ia mendekati Zhao Yi, bukan dengan amarah, tapi dengan *keheningan*. Ia membiarkan Zhao Yi merasakan sakitnya kehilangan, rasa bersalah yang tak terucapkan. Ia tidak menuntut apa pun, tidak memohon apa pun. Ia hanya ada, sebagai *pengingat abadi* dari dosa masa lalu. Suatu malam, Zhao Yi menemuinya. Ia memohon ampun, berlutut di hadapan Lin Wei. "Aku… *aku tidak layak* untukmu. Maafkan aku, Lian Hua…" Lin Wei tidak menjawab. Ia hanya memandang Zhao Yi dengan tatapan penuh *pengampunan*, tatapan yang lebih menyakitkan daripada seribu cambukan. Ia kemudian berbalik dan pergi, meninggalkan Zhao Yi sendirian di tengah hujan. Beberapa hari kemudian, Zhao Yi menghilang. Tidak ada yang tahu ke mana ia pergi. Lin Wei kembali bermain piano, jari-jarinya menari di atas tuts, memainkan lagu Lian Hua. Air matanya menetes di atas piano. *Aku memaafkanmu, Zhao Tian… tapi apakah kau bisa memaafkan dirimu sendiri?* Di tengah alunan musik, ia mendengar *bisikan*, angin berdesir melewati tirai jendela. "...*Sampai kita bertemu lagi, di kehidupan selanjutnya*..."
You Might Also Like: Distributor Kosmetik Passive Income Di

Share on Facebook