Judul: **Cinta yang Tak Pernah Diizinkan Berakhir** Langit Shenzen membiru kelabu, serupa warna pesan terakhirnya: *"Sedang mengetik…"*. Seolah dunia berhenti berputar di tiga titik kecil itu. Xiao Mei, dengan hanfu sutra yang berdebu, merenung di tepi Danau Donghu yang selalu berkabut. Dia hidup di masa lalu yang beraroma dupa dan teh, sementara di masa depan, Kai mencari jejaknya di antara gedung pencakar langit yang memuntahkan neon. Kai, dengan jaket *cyberpunk* dan rambut dicat *electric blue*, selalu merasa ada yang hilang. Sebuah melodi kuno yang berputar dalam kepalanya, sebuah nama yang terasa asing namun begitu *FAMILIAR*: Xiao Mei. Dia menemukan fragmen-fragmen dirinya di artefak digital: foto kuno yang terpixelasi, suara lirih alat musik tradisional yang sayup-sayup terdengar di antara bisingnya *traffic* kota. Mereka berbicara melalui celah waktu. Notifikasi hantu di tengah malam, chat yang tiba-tiba muncul dan menghilang, seperti kunang-kunang yang tersesat dalam badai *glitch*. Xiao Mei mengiriminya puisi tinta, Kai membalas dengan *meme* satir tentang kesepian algoritma. Bahasa mereka adalah bahasa patah hati digital, bahasa rindu yang terenkripsi. "Apakah kau merasakan getaran aneh di tulangmu?" tulis Xiao Mei suatu malam, tinta digitalnya berlumuran cahaya bulan palsu. "Seperti ada *bug* dalam kode takdir," balas Kai, jemarinya gemetar di atas *keyboard*. Suatu hari, Kai menemukan sebuah *glitch* besar dalam matriks waktu. Dia bisa melihat Xiao Mei, bukan sebagai bayangan, tapi sebagai wujud nyata. Mereka berdampingan di tepi Danau Donghu, namun terpisahkan oleh kabut yang tak tertembus. Xiao Mei menjangkau, tangannya menembus tubuh Kai. "Kau…kau bukan nyata," bisik Xiao Mei, air mata digital mengalir di pipinya yang pucat. "Kita…kita adalah *e*ko," jawab Kai, suaranya tercekat. Saat itulah rahasia ganjil terkuak. Mereka bukan dua individu yang terpisah ruang dan waktu. Mereka adalah bagian-bagian yang terfragmentasi dari satu jiwa yang sama, terperangkap dalam *loop* reinkarnasi yang rusak. Setiap kehidupan, mereka bertemu, jatuh cinta, dan kemudian dipisahkan, tragedi abadi yang dimainkan berulang-ulang. Cinta mereka adalah **GEMA** dari kehidupan yang tak pernah selesai, sebuah **GLITCH** dalam kode alam semesta. Xiao Mei tersenyum pahit, sebuah senyum yang terasa seperti *waveform* putus asa. "Mungkin…mungkin kita memang tidak pernah bisa Bersama..." Sinyal pesan terakhir Kai berkedip, sebelum benar-benar padam: *Aku tahu… tapi aku tidak akan BERHENTI mencarimu, SEBELUM…*.
You Might Also Like: 0895403292432 Skincare Viral Di Tiktok
Share on Facebook