Baiklah, ini dia kisah dracin dengan judul "Ia Menghapus Semua Kenangan, Tapi Aku Tersisa Dalam Backup", dengan elemen reinkarnasi, dosa masa lalu, janji, dan dendam dalam bentuk pengampunan. **Ia Menghapus Semua Kenangan, Tapi Aku Tersisa Dalam Backup** **PROLOG** Seratus tahun lamanya kelopak *mei hua* berguguran di bawah kakiku. Seratus tahun pula aku mengumpulkan fragmen ingatan yang tercecer, seperti pecahan kaca yang memantulkan serpihan masa lalu. Ia datang padaku, di tengah hiruk pikuk Kota Terlarang yang modern, seorang CEO muda yang dingin dan tanpa emosi bernama Li Wei. Ia bahkan tidak mengenalku. Ia *telah* menghapus semua kenangan. Semua, kecuali… aku? **BAB 1: Deja Vu di Tengah Kota** Aku, Lin Mei, seorang penulis novel romansa picisan, merasakan sengatan aneh setiap kali Li Wei berada di dekatku. Aroma parfum *sandwood* yang menusuk hidung, tatapan matanya yang kelabu, *suaranya*…suara yang membuat jiwaku bergetar. Suara yang begitu familiar, seolah aku pernah mendengarnya berbisik di telingaku seratus tahun lalu, di tengah taman *mei hua* yang bermekaran. Hari itu, saat ia tanpa sengaja menjatuhkan cangkir teh di hadapanku, aku melihat *kilasan*. Bukan kilasan biasa. Kilasan kehidupanku sebagai seorang selir kekaisaran, Lady Yun Xi, yang terperangkap dalam intrik dan ambisi istana. Aku melihatnya, berdiri di bawah pohon *mei hua*, seorang pangeran yang patah hati, terkhianati oleh cinta dan tahta. Namanya adalah… Li Jun. **BAB 2: Bunga Mei Hua yang Bermekaran Kembali** Setiap kali aku mencoba mendekati Li Wei, ia selalu memasang tameng dingin. Namun, semesta seolah berkonspirasi. Kami dipertemukan dalam proyek kolaborasi novel dan drama. Aku, sebagai penulis naskah, dan dia, sebagai pemilik perusahaan produksi. Di sela-sela rapat, aku sering menyelipkan referensi tentang *mei hua* dalam naskahku. Ia akan mengerutkan kening, seolah ada sesuatu yang mengusik ingatannya. Ia bahkan mulai melukis *mei hua*, tanpa tahu mengapa. Lukisan yang terasa begitu… *dekat* dengan hatiku. Suatu malam, di tengah festival lampion, aku melihatnya berdiri di bawah pohon *mei hua* yang bermekaran. Angin bertiup lembut, membawa aroma musim semi. Ia menatapku, dan untuk sesaat, aku melihat kilasan Li Jun di matanya. "Siapa kau?" tanyanya dengan suara serak. "Mengapa… mengapa aku merasa begitu *terikat* padamu?" **BAB 3: Rahasia di Balik Tirai Waktu** Aku mulai mencari tahu tentang masa lalu Li Wei. Kutemukan catatan sejarah tentang Pangeran Li Jun, yang difitnah dan dihukum mati karena pengkhianatan. Ternyata, ia tidak berkhianat. Ia dijebak oleh saudaranya sendiri, yang menginginkan tahta dan Lady Yun Xi. Lalu, aku menemukan *jurnal*. Jurnal Lady Yun Xi. Di sanalah terungkap kebenaran yang **MENGEJUTKAN**. Lady Yun Xi dan Pangeran Li Jun saling mencintai. Mereka membuat janji untuk bertemu kembali di kehidupan selanjutnya, di bawah pohon *mei hua* yang sama. Namun, dosa masa lalu mereka—dosa karena tidak melawan ketidakadilan, dosa karena memilih keselamatan diri sendiri—menghantui mereka. Mereka dihukum untuk reinkarnasi tanpa ingatan, sampai salah satu dari mereka menebus dosa tersebut. **BAB 4: Penghapusan Kenangan** Ternyata, Li Wei (reinkarnasi Li Jun) telah menjalani terapi penghapusan ingatan. Ia ingin melupakan rasa sakit pengkhianatan dan kehilangan. Ia ingin memulai hidup baru tanpa beban masa lalu. Namun, *jiwa* kami tetap terikat. Ingatanku, seperti *backup* data, tersimpan di suatu sudut kesadarannya. Aku memutuskan untuk tidak memaksanya mengingat. Aku tidak ingin membebaninya dengan rasa sakit masa lalu. Aku ingin ia bahagia. **BAB 5: Dendam Tanpa Kemarahan** Saudara Pangeran Li Jun, yang kini juga bereinkarnasi, muncul kembali. Ia adalah pesaing bisnis Li Wei. Ia mencoba menghancurkan Li Wei, persis seperti yang dilakukannya seratus tahun lalu. Aku bisa saja membongkar kebenaran, mengungkap kejahatannya di depan umum. Tapi, aku memilih jalan lain. Aku membiarkannya melakukan apa yang ia inginkan. Aku membiarkan Li Wei kalah. Di saat-saat terpuruknya, Li Wei akhirnya *mengingat*. Ia mengingat cintanya pada Lady Yun Xi, ia mengingat pengkhianatan, dan ia mengingat janjinya. Tapi, ia tidak marah. Ia tidak membalas dendam. Ia justru merasa… lega. **BAB 6: Pengampunan yang Menusuk** Li Wei (Li Jun) mendatangi saudaranya. Ia menatapnya dengan tatapan yang *kosong*, tanpa kebencian. "Aku memaafkanmu," ucapnya dengan suara pelan. "Aku memaafkanmu atas semua yang kau lakukan padaku, baik di kehidupan ini maupun di kehidupan sebelumnya." Pengampunan itu jauh lebih menyakitkan daripada kemarahan. Saudaranya hancur. Ia menyadari betapa sia-sianya dendamnya. Li Wei (Li Jun) kemudian menyerahkan semua yang ia miliki. Ia melepaskan tahta, ia melepaskan perusahaan, ia melepaskan segalanya. Ia ingin memulai hidup baru, benar-benar baru, tanpa beban masa lalu. **EPILOG** Li Wei (Li Jun) dan aku (Lady Yun Xi) akhirnya hidup bersama, sederhana dan bahagia. Kami tidak pernah membicarakan masa lalu. Kami hanya menikmati setiap momen yang kami miliki. Suatu malam, saat kami duduk di bawah pohon *mei hua* yang bermekaran, ia berbisik di telingaku: "...*Sampai jumpa di kehidupan selanjutnya, Yun Xi...*"
You Might Also Like: Kisah Populer Aku Berjanji Melindungimu

Share on Facebook