Baiklah, inilah kisah dracin dengan elemen yang Anda minta, dalam bahasa Indonesia: **Aku Pernah Jadi Bintang di Langitmu, Sekarang Cuma Notifikasi yang Kau Abaikan** **Bab 1: Aroma Mei Hua di Tengah Keramaian Seoul** Gempita Seoul menyambutku, namun hatiku terasa hampa. Di tengah hiruk pikuk *Myeongdong*, aroma *mei hua*—plum blossom—menusuk hidungku, membangkitkan kenangan yang terasa asing, namun begitu dalam. Aku, Lin Xiuying, seorang desainer web biasa, tiba-tiba merasa seperti bukan diriku. Seperti ada *jiwa lain* yang berbisik di telingaku. Lalu, aku melihatnya. Di seberang jalan, berdiri seorang pria dengan tatapan mata yang sama dalamnya dengan lautan. Gao Chen, CEO muda dari perusahaan teknologi raksasa. Tatapannya bertemu dengan tatapanku, dan waktu seolah berhenti. *DEJA VU*. Aku seperti pernah berdiri di sana, ratusan tahun lalu, menatap mata yang sama. Setiap kali aku melihat Gao Chen, jantungku berdebar kencang. Mimpi-mimpi aneh menghantuiku. Aku melihat diriku berpakaian Hanfu, berdiri di bawah pohon *mei hua* yang sedang mekar, menunggu seseorang. Seseorang bernama… Chen Yuan. **Bab 2: Bisikan Angin dari Dinasti Tang** Gao Chen sepertinya juga merasakan hal yang sama. Dia mendekatiku, perlahan, seperti mendekati hantu masa lalu. "Lin Xiuying… nama itu terasa familiar," bisiknya, suaranya berat dan dalam, seperti melodi dari Dinasti Tang. Kami mulai bertemu secara tidak sengaja. Di taman, di kedai kopi, bahkan di lift kantor. Setiap pertemuan terasa seperti *fragmen memori* yang kembali utuh. Aku mulai ingat. Aku ingat aku adalah Putri Xiuying, putri kesayangan Kaisar. Aku jatuh cinta pada Chen Yuan, seorang jenderal muda yang gagah berani. Kami berjanji untuk bersama selamanya, di bawah pohon *mei hua* yang sama. Namun, kebahagiaan itu direnggut. Chen Yuan dituduh berkhianat, dijebak oleh seorang selir yang mendambakannya. Dia dihukum mati. Aku, Putri Xiuying, mencoba menyelamatkannya, tapi terlambat. Aku bersumpah akan membalas dendam di kehidupan selanjutnya. Tapi sebelum aku bisa melakukan apa pun, aku mengakhiri hidupku sendiri. **Bab 3: Notifikasi yang Diabaikan** Reinkarnasi. Ternyata kami berdua dihukum untuk bereinkarnasi, membawa beban dosa dan janji dari masa lalu. Gao Chen, reinkarnasi Chen Yuan, tidak mengingat apa pun. Dia hidup dengan tenang, tanpa beban masa lalu. Sementara aku, Lin Xiuying, membawa seluruh beban itu. Aku tahu siapa yang menjebak Chen Yuan di kehidupan lampau. Selir itu… dia juga bereinkarnasi. Dia adalah sekretaris Gao Chen, seorang wanita cantik dan licik bernama Zhao Meilin. Insting balas dendamku bergejolak. Aku ingin menghancurkan Zhao Meilin, membongkar kejahatannya, membuat Gao Chen sadar akan kebenaran. Tapi kemudian aku teringat janji di bawah pohon *mei hua*. Chen Yuan tidak ingin aku menodai tanganku dengan darah. Aku memilih jalan yang berbeda. Aku mendekati Gao Chen, bukan sebagai kekasih, tapi sebagai teman. Aku membantunya membangun perusahaannya, memberikan ide-ide brilian yang seolah datang dari masa lalu. Aku menyaksikan Zhao Meilin berusaha menjatuhkanku, namun aku selalu selangkah lebih maju. **Bab 4: Keheningan yang Membekukan** Suatu malam, aku mengirimkan email anonim kepada Gao Chen, berisi bukti kejahatan Zhao Meilin. Gao Chen membacanya. Dia terkejut. Dia marah. Dia memecat Zhao Meilin. Aku tidak menyaksikan pemecatannya. Aku tidak ingin melihat air mata Zhao Meilin. Aku tidak ingin merasakan kepuasan. Aku hanya ingin *keheningan*. Gao Chen kemudian menemukanku. Dia menatapku dengan tatapan yang sulit diartikan. "Kenapa?" tanyanya. "Kenapa kamu melakukan ini?" Aku tidak menjawab. Aku hanya menatapnya, dengan tatapan yang sama seperti Putri Xiuying menatap Chen Yuan ratusan tahun lalu. "Aku… aku sudah memaafkanmu," bisikku, nyaris tak terdengar. Aku berbalik dan pergi, meninggalkan Gao Chen berdiri terpaku di tempatnya. Balas dendam terbaik bukanlah kemarahan, tapi pengampunan. Pengampunan yang menusuk hati, yang membungkam semua kata. **Bab 5: Aroma Terakhir Mei Hua** Aku meninggalkan perusahaan Gao Chen. Aku pindah ke desa kecil di pinggiran Seoul. Aku membuka toko bunga, menanam *mei hua* di halaman belakang. Aku hidup dengan tenang, menunggu. Suatu hari, Gao Chen datang mengunjungiku. Dia berdiri di depan tokoku, menatapku dengan tatapan yang sama dalamnya dengan lautan. "Aku ingat," bisiknya. "Aku ingat semuanya." Aku tersenyum tipis. "Semuanya sudah berakhir, Chen Yuan." Dia menggelengkan kepalanya. "Tidak. Ini baru permulaan. Di kehidupan selanjutnya…" *…akankah kita bertemu lagi di bawah pohon mei hua?*
You Might Also Like: 52 Wwe Wrestling Series 122 Damien
Share on Facebook