Baiklah, inilah cerita pendek bergaya dracin yang Anda minta: **Air Mata yang Menghidupi Kenangan** Rembulan malam itu pucat, persis seperti wajahku yang memantul di permukaan Danau Barat. Angin berbisik lirih, seolah memainkan melodi *guqin* yang penuh penyesalan. Di kejauhan, lentera-lentera Istana berkilauan, menertawakan kesunyianku. Lima tahun. Lima tahun aku mengabdi pada Kerajaan, lima tahun aku mencintai Wei Zhang, Pangeran Mahkota yang berjanji akan menjadikanku satu-satunya. Lima tahun pula aku menyaksikan *kebohongan* itu tumbuh subur, hingga akhirnya mekar sempurna dalam wujud gaun pengantin merah yang dikenakan Lian Hua, putri Jenderal Agung. Aku memilih diam. Bukan karena lemah, oh bukan. Aku menyimpan rahasia. Rahasia yang akan menghancurkan Kerajaan, rahasia yang lebih berharga dari nyawaku sendiri. Rahasia yang terukir di dalam _jantungku_. Setiap malam, aku datang ke danau ini. Air mataku menjadi saksi bisu pengkhianatan Wei Zhang, mengairi kenangan manis yang kini terasa pahit bagai empedu. Aku menatap pantulan rembulan, mencoba menemukan jawaban. Apakah aku pantas mendapatkan ini? Suatu malam, di tengah isak tangisku, aku menemukan sesuatu. Sebuah kotak kecil, terbuat dari kayu cendana, terapung di tepi danau. Kotak itu terkunci. Tanpa pikir panjang, aku membukanya. Di dalamnya, terdapat sehelai rambut hitam legam, diikat dengan benang merah. Rambut itu… _rambut Wei Zhang_. Seminggu kemudian, Lian Hua jatuh sakit. Sakit yang aneh. Tubuhnya melemah, kulitnya memucat, dan rambutnya… *r o n t o k*. Tabib Kerajaan angkat tangan. Penyakitnya tak dikenal, tak tersembuhkan. Aku tahu. Aku tahu apa yang terjadi. Kotak itu… bukan sekadar kotak biasa. Itu adalah kotak *Kutukan Terlarang*. Kotak yang hanya bisa dibuka oleh orang yang hatinya hancur karena cinta, dan hanya akan menyerang orang yang dicintai oleh orang yang mengutuk. Wei Zhang mulai panik. Dia memohon padaku, menyangkal semua yang terjadi. Air matanya tulus, tapi terlambat. Takdir telah berbalik arah. Dia mencintai Lian Hua, dan cintanya itu membunuhnya. Lian Hua meninggal dunia. Wei Zhang terpukul, kehilangan harapan hidup. Kerajaan berduka. Aku? Aku hanya bisa menatap semua itu dari kejauhan, sambil memegang kotak cendana itu erat-erat. Rahasiaku aman. Wei Zhang akhirnya lengser dari tahta karena dianggap membawa kesialan bagi kerajaan. Ia hidup dalam kesunyian dan penyesalan, mengingat janji yang telah diungkiri. Aku tak membalas dendam dengan kekerasan, hanya membiarkan takdir bekerja. Aku kembali ke Danau Barat. Bulan malam ini lebih terang. Aku tersenyum tipis. Air mata yang menghidupi kenangan, kini menjadi saksi bisu keadilan yang *terlambat*. Hanya, akankah ada yang tahu, bahwa rambut Wei Zhang di dalam kotak itu, bukanlah rambut yang dipotong darinya, melainkan… rambut yang diam-diam aku kumpulkan dari sisirnya selama lima tahun, rambut yang membawa aroma cintaku, yang teracuni oleh sakit hati yang mendalam…
You Might Also Like: Distributor Skincare Penghasilan
Share on Facebook